Haji

Haji… Mabrur Bukan di Makkah dan Madinah
Secara harfiyah, mabrur artinya baik. Haji yang mabrur berarti haji yang membuat orang yang menunaikannya menjadi baik bila sebelumnya ia orang yang tidak baik dan bila ia sudah baik akan bertambah kebaikannya yang tidak hanya dirasakan oleh diri dan keluarganya tapi juga oleh masyarakat banyak.
HAJI
Oleh: Drs. H. Abdul Wahid Hasan

Makna Haji
Kata “haji” berasal dari “hajja-yahijju-hijjun” (kata benda) dan “hajja-yahujju-hajju” (kata sifat). Namun kata ini juga bisa berbentuk “hajja-yahujju-hujjatun”, yang memiliki makna lain.
Hajja yang menghasilkan kata “hijjun” maupun “hajjun” inilah yang diartikan sebagai ibadah haji, atau perjalanan yang disengaja. Sedangkan hajja yang menghasilkan “hujjatun” bermakna “alasan, tanda atau alamat”.
Definisi Haji
Secara syar’i, haji berarti “melakukan perjalanan dengan disengaja ke tempat-tempat suci dengan amalan-amalan tertentu dengan niat beribadah kepada Allah s.w.t.”.
Sedangkan defenisi lain, sesuai makna kedua dari haji, adalah “melaksanakan rukun Islam yang kelima sebagai alamat penyempurnaan keislaman seorang Muslim”.
Hukum dan Kedudukan Haji
Sepakat para ulama dan seluruh ummat bahwa haji merupakan “kewajiban dan fardhu ‘ain” atas semua Muslim, pria maupun wanita, yang telah memenuhi persyaratannya, sekali dalam seumur.
Sedangkan kedudukan haji dalam Islam adalah Rukun Islam yang kelima.
Syarat-Syarat Kewajiban Haji
1. Islam.
2. Berakal.
3. Baligh.
4. Merdeka.
5. Mampu (istitha’ah)
6. Muhrim (bagi wanita, menurut Imam Ahmad)
Macam-Macam Pelaksanaan Haji
1. Ifrad: Yaitu melakukan niat haji semata (tanpa umrah). Tanpa DAM
2. Qiran: Melakukan niat haji dan Umrah sekaligus. Dam diharuskan
3. Tamattu’: Berniat umrah pada bulan-bulan haji, lalu pada tgl 8 Dzulhijjah melakukan niat haji. DAM diharuskan, atau berpuasa 3 hari di tanah suci dan 7 hari jika telah kembali ke negara asal.
Rukun-Rukun Haji (jika ditinggalkan, haji menjadi batal)
1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Thawaf Ifadhah
4. Sa’i
5. Tahallul
6. Berurut (Syafi’i)
Wajib-wajib Haji (jika ditinggalkan, wajib memotong DAM)
1. Berihram dari Miqat
2. Mengucapkan Talbiyah (minimal sekali)
3. Memakai pakaian khusus (pria: 2 potong kain tak berjahit. Wanita pakaian Muslimah)
4. Berada di Arafah hingga terbenam matahari
5. Mabit di Muzdalifah (minimal lewat ½ malam)
6. Melempar Jumrah (hari pertama hanya Aqabah. Disusul 2-3 hari melempar seluruh Jumrah)
7. Mabit di Mina (2-3 malam)
8. Tawaf Wada’
Haji dan Ziarah Madinah
Ada semacam asumsi yang berkembang bahwa ziarah ke Madinah dengan shalat arba’iin (shalat 40 kali waktu tanpa masbuq) di masjid Nabawi menjadi penentu afdhal tidaknya haji seseorang. Padahal, sebenarnya hubungan antara haji dan ziarah ke masjid Nabawi di Madinah adalah dua entity ibadah yang terpisah. Haji adalah wajib dan menjadi rukun kelima Islam, sementara ziarah sekedar sunnah yang dianjurkan oleh Rasululah SAW. Untuk itu, sebenarnya kedua-duanya tidak ada hubungan serta tidak saling menambah atau mengurangi bobot ibadahnya.
(Allahumma ij’alhu hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran wa dzanban maghfuuran wa tijaaratan lan tabuur) Amin!

MABRUR BUKAN DI MAKKAH DAN MADINAH
Drs. H. Ahmad Yani

Ketika ada teman, jamaah dan keluarga kita menunaikan ibadah haji, do’a dan harapan yang kita panjatkan adalah semoga yang bersangkutan menjadi haji yang mabrur. Harapan ini didasari pada besarnya nilai keutamaan dari haji yang mabrur, yakni jaminan surga dari Allah swt dan Rasul-Nya. Secara harfiyah, mabrur artinya baik. Haji yang mabrur berarti haji yang membuat orang yang menunaikannya menjadi baik bila sebelumnya ia orang yang tidak baik dan bila ia sudah baik akan bertambah kebaikannya yang tidak hanya dirasakan oleh diri dan keluarganya tapi juga oleh masyarakat banyak. Ini berarti, Seorang haji disebut mabrur hajinya bila kehidupannya sesudah menunaikan ibadah itu semakin baik.
Oleh karena itu, seorang haji disebut memperoleh haji yang mabrur tidak hanya diukur dari pelaksanaan ibadah yang baik dan benar dari aspek fiqih saat di Tanah suci dengan segala rangkaiannya, tapi justeru tantangan pembuktiannya adalah sesudah ia melaksanakan ibadah itu setelah kembali ke Tanah Air masing-masing hingga mencapai kematian, apalagi ibadah haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup.
Untuk mengukur apakah seseorang betul-betul memperoleh haji yang mabrur, paling tidak diantara tolok ukurnya ada lima hal.
1. Dekat Kepada Allah.
Pergi haji adalah perjalanan menuju Baitullah, para jamaah begitu antusias untuk kembali kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Karena itu, bila seorang haji meraih haji yang mabrur seharusnya ia selalu merasa dekat kepada Allah swt. Kedekatannya kepada Allah membuatnya tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan-Nya. Kearah itu, seorang haji telah memulai hajinya dengan berihram yang berarti pengharaman dan mengakhirinya dengan tahallul yang berarti penghalalan, Ini berarti seorang haji sebagai bukti kedekatannya kepada Allah swt siap meninggalkan segala yang diharamkan dan hanya mau melakukan sesuatu bila memang dihalalkan oleh Allah swt. Halal dan haram, haq dan bathil merupakan sikap dan prilaku yang tidak akan dicampur-campur dalam kepribadian seorang muslim, Allah swt berfirman: Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui. (QS 2:42)
2. Berakhlak Mulia.
Seorang haji telah berinteraksi dengan manusia yang jumlahnya begitu banyak dari segala penjuru dunia dengan bahasa, warna kulit dan kebiasaan yang berlainan. Dari sini, kita sadari bahwa kemuliaan manusia bukan karena bahasa, warna kulit atau postur tubuhnya, tapi pada ketaqwaan yang dicerminkan dengan akhlak yang mulia. Ketika seorang haji memakai pakaian ihram yang hanya terdiri dari dua helai kain putih dan tidak beda dengan kain kafan, lepas pula pakaian lain yang kadangkala membuat manusia menjadi sombong, keberhasilan ibadah haji akan membuat seorang haji meninggalkan hal-hal yang keji dan amat bertentangan dengan akhlak yang Islami, dalam kaitan itu pula, Allah swt berfirman: (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats [mengeluarkan perkataan yang menimbulkan berahi yang tidak senonoh atau bersetubuh], berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal (QS 2:197).
3. Berkorban Untuk Kebaikan.
Tidak ada jamaah haji yang bisa melaksanakan ibadah ini kecuali dengan pengorbanan, mulai dari pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, harta sampai nyawa sekalipun. Meskipun ada jamaah haji yang bisa menunaikan ibadah ini dengan biaya dinas atau dibiayai pihak lain, ia tetap harus berkorban dengan pengorbanan lain seperti yang sudah disebutkan di atas. Ini berarti, bukti haji mabrur adalah seseorang mau dan selalu siap berkorban dengan apa yang dimilikinya untuk tegaknya nilai-nilai kebenaran yang datang dari Allah swt.
Dalam hal apapun, haq maupun bathil manusia harus berkorban, bila untuk yang bathil saja manusia mau berkorban, mengapa untuk yang haq kita tidak mau berkorban. Karena itu, ibadah haji dan hari raya Idul Adha mengingatkan dan mengokohkan semangat pengorbanan kita dalam kebaikan, karenanya apapun yang kita miliki jangan sampai membuat kita lupa kepada Allah swt, bila ini yang terjadi kita hanya akan mengalami kerugian di dunia dan akhirat, Allah swt berfirman: Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi (QS 63:9).
4. Memakmurkan Masjid.
Pusat ibadah haji adalah masjid, yakni masjid Al Haram, bahkan meskipun bukan merupakan bagian dari ibadah haji, para jamaah mendapat dan menyempatkan diri dengan penuh kesungguhan untuk beribadah di Madinah yang berpusat di Masjid Nabawi, mereka dengan penuh antusias melaksanakan shalat berjamaah yang lima waktu sebanyak 40 waktu di masjid Nabawi, mereka juga antusias melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Al Haram, bahkan mereka menunggu datangnya waktu shalat. Keutamaan shalat apalago dengan cara berjamaah di kedua masjid ini memang memiliki keutamaan yang amat besar. Namun antusiasnya umat Islam dari berbagai negara di dunia dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid Al Haram dan Masjid Nabawi seperti itu bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana seorang haji bisa menunjukkan hasilnya dengan rajin shalat berjamaah di masjid yang berada di lingkungannya masing-masing.
Karena itu, amat disayangkan bila seorang haji, khususnya yang laki-laki setelah kembali ke kampung halamannya justeru tetap saja tidak nampak di masjid dalam shalat berjamaah, apalagi dalam aktivitas lainnya yang sebenarnya amat menuntut partisipasi mereka secara aktif, dan yang lebih tragis lagi adalah bila ada seorang haji yang sama sekali merasa tidak perlu melaksanakan shalat karena dengan rajin shalat di kedua masjid Makkah dan Madinah itu ia merasa sudah mendapat pahala yang begitu banyak, lebih dari cukup, padahal sebesar-besarnya, setinggi-tingginya dan sebanyak-banyaknya keutamaan yang diberikan Allah swt tidak akan menggugurkan kewajiban yang harus kita tunaikan, inilah rumus yang harus kita pahami dengan baik.
5. Bergerak dan Berjuang.
Ibadah haji merupakan ibadah bergerak, para jamaah memang selalu bergerak bahkan sejak sebelum berangkat ke Tanah suci. Para jamaah sudah banyak bergerak sejak sebelum berangkat dengan latihan berjalan yang banyak, pada saatnya bergerak ke asrama haji, terus ke bandara, pesawat segera diberangkatkan ke bandara King Abd. Aziz Jedah, terus ke Madinah, Ke Makkah, tawaf, sa’i, mabit di Muzdalifah, melontar dan mabit di Mina hingga tawaf ifadhah dan tawaf wada dan akhirnya kembali ke bergerak lagi menuju Tanah Air masing-masing. Pergerakan jamaah haji masih dilanjutkan dengan melihat dan berziarah ke tempat-tempat bersejarah dalam konteks perjuangan para Nabi, khususnya Nabi Ibrahim, Ismail dan Nabi Muhammad saw.
Manakala seseorang meraih haji yang mabrur, semua itu seharusnya bisa membuatnya mau bergerak dan terus bergerak dalam upaya memperjuangkan tegaknya nilai-nilai kebenaran Islam hingga mencapai kematiannya. Karena itu, seorang haji yang mabrur idealnya menjadi tokoh-tokoh pergerakan yang memperbaiki keadaan diri, keluarga dan masyarakatnya sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Seorang haji juga akan terus bergerak untuk mencari nafkah yang halal dan harta yang diraihnya itu akan selalu digunakannya untuk segala kebaikan, termasuk mendanai perjuangan di jalan Allah swt. Namun yang amat disayangkan adalah begitu banyak orang yang telah berhaji, namun ia menjadi pasif dan diam saja, padahal banyak hal yang harus dilakukan dan diperbaiki dalam kehidupan ini.
Dengan pengaruh positif yang sedemikian besar dari haji yang mabrur seperti tergambar di atas, apalagi bila terbawa sampai mati, maka wajarlah bila Rasulullah saw menyatakan bahwa “haji yang mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga”. Ini berarti, bila sesudah haji meskipun dilakukan berkali-kali tapi tidak nampak pengaruh poisitifnya, bisa jadi surga masih jauh bagi orang yang demikian.

PTN

schoolsicool_2.gif

MENUJU PERGURUAN TINGGI

Sesuai UU-RI No.20 Th.2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa “Pendidikan Tinggi diselenggarakan dengan Sistem Terbuka”.
Dan dipenjelasan UU-RI tsb ditulis : “Pendidikan dengan sistem terbuka adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program lintas satuan dan jalur pendidikan (multi entry-multi exit system). Peserta didik dapat belajar sambil bekerja, atau mengambil program-program pendidikan …. dst.”

Juga sesuai dengan UUD 45 bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Sedangkan diantara warga negara terdapat sebagian masyarakat yang memiliki waktu luang terbatas (khususnya karyawan). Juga sebagian masyarakat yang memiliki dana terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut beberapa perguruan tinggi menyelenggarakan P2K-PKSM ini sekaligus melaksanakan KOMITMEN SOSIAL. Yaitu dengan memberi kesempatan kepada seluruh masyarakat lulusan SMA, SMK, D3, S1, dsb-nya; baik yang memiliki waktu luang terbatas maupun dana terbatas. Untuk melanjutkan pendidikan ke Program Sarjana (S1) atau Magister (S2) atau Diploma (D-3) pada jurusan yang diminati (silakan klik), secara layak dan bermutu sesuai keunggulan masing masing PTS (silakan klik) tersebut.

Tempat Kuliah di masing-masing Kampus PTS terkait. Untuk mudahnya, disini juga diberikan Peta Lokasi (silakan klik) dan Angkutan Umum (silakan klik) menuju ke masing-masing Kampus PTS terkait.

Tidak Ada Ujian Negara (sama dengan PTN).

Biaya pendidikannya (silakan klik) disubsidi sehingga terjangkau masyarakat, juga diberikan fasilitas kredit biaya pendidikan tanpa bunga dan tanpa agunan sehingga dapat diangsur bulanan sesuai kemampuan mahasiswa. Serta diberikan beasiswa (silakan klik) bagi yang tidak mampu secara finansial.

Mahasiswa dan Lulusan Program Perkuliahan Karyawan maupun Program Reguler ke 8 PTS terkait, mempunyai HAK AKADEMIK, GELAR, dan IJAZAH yang SAMA, serta mempunyai HAK untuk menggunakan gelarnya dan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Lulusannya dipersiapkan menjadi Sarjana atau Magister sesuai jurusannya, yang dapat mengembangkan jati dirinya dengan bekal ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, sehingga mampu menyelesaikan persoalan sekaligus mengembangkan ilmunya.

Untuk mempercepat perolehan informasi, bila ingin mengcopy/print informasi secara keseluruhan tentang P2K-PKSM ke 8 PTS tersebut, silakan klik “Info Keseluruhan” ini.

Bila ada hal yang kurang jelas, mohon kiranya ditanyakan ke layanan info 17 jam di atas atau silakan klik “Contact Us” ini.
Bila membutuhkan katalog/brosur lengkap, silakan mengisi di Form Permintaan Katalog di samping kiri ini, kami akan mengirimkannya via POS secara gratis.

Melalui informasi ini, mohon bantuan Bapak/Ibu/Sdr untuk sudi kiranya turut memotivasi keluarga/sahabat/tetangga/rekan kerja untuk melanjutkan/meningkatkan pendidikannya, sehingga SDM di Indonesia tidak kalah dengan bangsa/negara lain.

class2009.gif

Tips & Cara Memilih Jurusan Kuliah Di Perguruan Tinggi Yang Baik – Panduan Siswa-Siswi SMP Dan SMA

Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.

Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusa yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi anda di masa depan.

Cara milih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik :

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jrurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.

Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.

2. Informasi yang Sempurna

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.

Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. Lokasi dan Biaya

Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.

Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.

4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.

Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi masal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.

Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan & tempat yang anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan anda.

5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.

Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda. Selamat berjuang.

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SNM-PTN dulu dengan nama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) adalah salah satu bentuk ujian penerimaan mahasiswa untuk perguruan tinggi negeri, selain program mandiri (melalui ujian mandiri) dan penyaluran minat dan bakat melalui sekolah-sekolah (PMDK). Ujian ini dilaksanakan selama dua hari dalam setiap tahunnya secara serentak di seluruh Indonesia, biasanya dilaksanakan pada awal bulan Juli.

Daftar isi

Sejarah

Ujian ini pada awalnya disebut SKALU (Sekretariat Kerja sama antar Lima Universitas) yang pertama kali diadakan secara serentak oleh lima perguruan tinggi negeri pada tahun 1976. Ke lima PTN ini merupakan lima PTN paling diminati (favorit) oleh para calon mahasiswa. Perguruan tinggi negeri (PTN) yang terlibat dalam program rintisan itu adalah Universitas Indonesia di Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, dan Universitas Airlangga di Surabaya.

Dengan sistem ujian masuk secara serentak ini, para calon mahasiswa tidak usah melakukan perjalanan jauh untuk menempuh beberapa ujian masuk perguruan tinggi negeri favorit pada waktu dan tempat yang berbeda untuk meningkatkan kemungkinan mereka diterima. Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional), sistem ujian bersama ini bertujuan menolong para calon mahasiswa untuk menghemat waktu dan biaya walaupun sistem ini jelas mengakibatkan peluang seorang calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN favorit menjadi hilang.

Pada 1977, sistem SKALU diperbaiki dengan mengharuskan mahasiswa memilih program studinya dan bukan hanya perguruan tinggi yang ingin dimasukinya. Atas pertimbangan jumlah PTN, standar dan lokasi, pada 1979 sistem ini dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi negeri, yang dibagi ke dalam tiga kategori.

Kategori pertama di beri nama Proyek Perintis 1 yang melibatkan 10 perguruan tinggi, yaitu kelima perguruan tinggi di atas ditambah dengan Universitas Padjadjaran di Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Sumatera Utara di Medan.

Di masyarakat luas, Proyek Perintis 1 ini lebih dikenal dengan nama SKASU (Sekretariat Kerja sama Antar Sepuluh Universitas). Dalam sistem ini, mahasiswa diizinkan memilih tiga program studi di tiga perguruan tinggi.

Setelah kategori pertama, IPB, UI, ITB, dan UGM menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian yang dikenal dengan nama Proyek Perintis 2. Sementara itu, 23 perguruan tinggi negeri lainnya mengembangkan sistem yang mirip Proyek Perintis 1 dengan nama Proyek Perintis. Sedangkan kategori tiga, yaitu perintis tiga, merupakan seleksi pada 23 PTN lainnya dengan proyek perintis tiga. Pada saat yang sama, 10 IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) mengembangkan sistem penerimaan dengan nama Proyek Perintis 4.

Tahun 1983, Depdikbud memutuskan mengadopsi sistem Proyek Perintis 1 dan 2 secara nasional dengan menghapus Proyek Perintis 3 dan 4. Sistem baru ini melibatkan semua perguruan tinggi negeri dan dikenal sebagai Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), sedangkan sistem penerimaan tanpa ujian dikenal dengan nama Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Tahun 1989, PMDK dihapus dan Sipenmaru berubah menjadi UMPTN. Sistem penerimaan mahasiswa baru yang disebut terakhir ini bertahan hingga 2001, menyusul keluarnya SK Mendiknas No 173/U/2001 dan berubah nama menjadi SPMB.

Peserta

Peserta adalah lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat dan telah lulus ujian nasional pada tahun yang sama (hingga dua tahun sebelumnya) dengan penyelenggaraan SPMB. Misalnya pada tahun 2006, SPMB boleh diikuti lulusan IPA, IPS atau Bahasa dari SMA atau sederajat yang telah lulus ujian nasional pada tahun 2006, 2005 atau 2004. Peserta terbagi atas peserta jurusan IPA, IPS dan IPC. Masing-masing peserta IPA dan IPS mengikuti ujian hari kedua sesuai jurusannya, sementara peserta IPC harus mengikuti ujian kemampuan IPA dan IPS.

Biasanya calon peserta lulusan IPA dan ingin memilih jurusan perkuliahan yang noneksakta, maka calon peserta itu mengikuti ujian jurusan IPC. Padahal tidaklah harus demikian karena calon peserta itu dapat langsung memilih ujian jurusan IPS. Ini bergantung kepada pilihan-pilihan jurusan perkuliahan yang dipilih.

Tahun 2006

Pendaftaran SPMB tahun 2006 dimulai tanggal 20 Juni hingga 30 Juni 2006 dan ujiannya sendiri akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 5 Juli hingga 6 Juli 2006.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2006 bagi peserta yang tidak lulus ujian nasional masih diperbolehkan mengikuti SPMB sesuai syarat-syarat tertentu tetapi hal ini tidak berlaku bagi peserta yang memilih Institut Pertanian Bogor dalam pilihan SPMB.

Pengumuman SPMB untuk tahun 2006 dapat mulai dilihat di situs resmi SPMB pada hari Jumat, 4 Agustus 2006 tengah malam.

Dengan jumlah peserta sebanyak 339.316 orang, SPMB 2006 kali ini menerima 88.278 calon mahasiswa yang terdiri dari 45.391 orang untuk jurusan IPA dan 45.887 orang dari jurusan IPS.

Materi yang Diujikan

Ujian Khusus

Untuk jurusan perkuliahan tertentu seperti jurusan kinesiologi (ilmu olahraga) dan jurusan desain dan seni rupa, diadakan pula ujian ketiga yang merupakan keterampilan dasar bergantung kepada jurusan perkuliahan yang dipilih, contohnya masing-masing berupa ujian fisik dan ujian keterampilan seni rupa.

Ada baiknya para peserta ujian benar-benar telah mengetahui seluk beluk ujian sebelum memilih jurusan dalam SPMB, dengan bertanya langsung kepada perguruan tinggi yang dituju maupun bimbingan konseling pendidikan.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.